Showing posts with label Ekspor Senjata. Show all posts
Showing posts with label Ekspor Senjata. Show all posts

Sunday, 9 June 2013

HQ Hanoi Kilo Submarines Completed Testing


(IMS) -- Itar-Tass (Russia) reported shipyard Admiratly Verfi end testing first non-nuclear submarines HQ-182 Hanoi Vietnam People's Navy.

Shipyard Admiratly Verfi will hand over to the Vietnam People's Navy 2 diesel electric powered submarine - Project 636 Kilo class diesel this year. Under the plan, the 3rd ship will be launched in August. And this year, the 4th will be booted.

Earlier, sources in the Russian military industrial complex revealed to Itar-Tass, in December last year Kilo submarines were first program successfully completed the first test phase, in which all systems and ship's machinery works well. Diving submarine has successfully 12 times, including a deep dive.

"The national test of the first ship will be completed in the summer. By September this year will conduct trials and handed the ship over to Vietnam," the source said.

According to sources, the 2nd of Kilo submarines named Ho Chi Minh contract was launched in late 2012. Earlier in January this year, Admiratly Verfi began work finishing some categories of ships. In 3-4 months, the ship was anchored in the harbor at the trial and then the trip to sea trials.

Factory Admiratly Vefi are urgently implement the remaining vessel fabrication. In February, the plant has closed steel cutting ceremony 6 Kilo submarines for Vietnam People's Navy.

"The work was carried out exactly according to the approved schedule," said the representative of the Russian defense industry said.

During his visit to Russia in May this year, Vietnam's Prime Minister Nguyen Tan Dung has stated: "We are very grateful to you Russia, who will close and transfer to Vietnam before 2016 6 Kilo class submarines under the agreement has been signed. "

According to the prime minister, this order "not only commercial in nature, but it is an expression of friendship and trust between our two countries." In addition, the Prime Minister also said that the military-technical cooperation Vietnam - Russia "does not stop at six submarines, we wait for the weapons and military technical equipment other."

In 2009, Vietnam signed a deal worth nearly $ 2 billion to buy six submarines attack non-nuclear Russian Kilo Project 636. This contract, in addition to closing the submarine also includes training sailors Vietnam, as well as providing equipment and technical supplies needed.

Non-nuclear attacks submarine the Project 636 Kilo class submarines of the 3rd generation. Length 73.8 m, 9.9 m wide, stretch of water when submerged nearly 4,000 tons, a maximum depth of 300m.

Project 636 is designed to make submarines and anti-submarine ships, as well as creating the means to defend the naval base, the coastal road and sea reconnaissance patrol operating in the enemy lines.

The ship is equipped with 6 torpedo launchers 533mm sizes allow release of anti-submarine torpedoes and anti-ship missiles, supersonic 3M-54E Klub-S.


Sunday, 2 June 2013

Empat Pesawat Latih Grob Siap Dikirim ke Indonesia


(IMS) -- Empat unit pesawat latih Grob G 120TP buatan pabrik Grob, Jerman telah siap dikirim ke Indonesia. Keempat pesawat yang telah diberi warna dan registrasi TNI AU tersebut, diluncurkan (Rolled Out) di pabrik pesawat Grob di Tussenhausen,Mattsies, Jerman, Rabu (22/5/2013), pukul 10.00 waktu setempat.

Upacara Roll Out pesawat Grob G 120TP dilaksanakan oleh CEO Grob, André Hiebeler dan disaksikan oleh rombongan delegasi Indonesia dipimpin Kabaranahan Kementerian Pertahanan RI Laksda TNI Rachmad Ir. Rachmad Lubis. Duta Besar RI untuk Republik Federasi Jerman Dr. Eddy Pratomo dan Atase Pertahanan RI Kolonel Pnb Syamsul Rizal turut menghadiri seremonial ini. Sementara dari pihak TNI AU sebagai pengguna pesawat ini diwakili oleh Asops KSAU Marsda TNI Bagus Puruhito, Aslog KSAU Marsda TNI Ida Bagus Anom Manuaba, Dankodikau Marsda TNI M. Nurullah, serta Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Agus Munandar.


Keempat pesawat Latih Dasar (LD) dengan registrasi LD-1201, LD-1202, LD-1203, dan LD-04 tersebut selanjutnya akan dikirim ke Indonesia menggunakan kapal laut dan akan tiba di Indoensia sekitar pertengahan atau akhir Juli 2013. Pesawat Grob G 120TP dibeli Pemerintah Indonesia untuk digunakan TNI AU sebagai pengganti pesawat Latih Mula (LM) AS-202 Bravo dan pesawat Latih Dasar (LD) T-34C yang telah digunakan selama lebih 30 tahun. Indonesia membeli 18 unit pesawat ini sekaligus menjadikannya sebagai launch customer. Ke-18 pesawat dijadwalkan pengirimannya akan selesai tahun depan.


Angkasa yang turut dalam rombongan sempat diberi kesempatan untuk terbang sekitar 15 menit dan mencicipi beberapa manuver menggunakan pesawat serupa milik Grob bersama Chief Test Pilot Ulrich Schell. 


(Angkasa/Roni S)

Alutsista dari Jerman Berlabel "Leopard RI"

Tank Leopard buatan Jerman (fineartamerika.com)

Jakarta, (IMS) -- Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, menegaskan dalam waktu dekat pesanan Tank Leopard dari Jerman akan datang. Tank tersebut sudah dimodifikasi dan nantinya akan berlabel "Leopard RI"

Leopard itu sudah dimodifikasi dan itu akan terpakai untuk daerah tropis. Karena itu namanya Leopard RI karena sudah di adjusted yang bisa dipakai didaerah tropis,” katanya, Selasa (21/5). 

Tadinya, pemerintah hanya akan mendapatkan 44 Tank Leopard. Tetapi, ia merasa cukup beruntung karena dengan anggaran 44 tank baru, Indonesia justru bisa mendapatkan sekitar 160 Tank. “Tadinya, dengan uang yang sama, kita hitung hanya dapat 44 brand new (tank). Tapi dengan uang yang sama kita bisa mendapatkan 100 main battle tank terus kita dapat lagi sekitar 50 medium battle tank,”katanya. 

Meski bekas, ia menegaskan alutsista tersebut tetap bisa digunakan dan bahkan sudah cocok dengan kondisi NKRI. Menurutnya, hal tersebut justru lebih menguntungkan. 

Untuk diketahui, hal yang sama juga pernah terjadi pada saat pembelian pesawat F16 dari Amerika Serikat. Indonesia pada awalnya akan membeli pesawat baru sebanyak enam pesawat. Tapi dengan F-16 yang tidak baru, namun masih bisa digunakan dan dimodifikasi, Indonesia bisa mendapatkan lebih dari enam unit.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...